Kurang Perhatian Serius Dari Pemkab, Warga Dusun Tonok Dambakan Peningkatan Jalan

Riaudata.com,Pelalawan – Pembangunan merata merupakan impian semua masyarakat yang hidup di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan, tapi impian tersebut berbanding terbalik yang diingin. Malah masih ada terdapat salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan. Dimana sudah bertahun-tahun masyarakat menginginkan perbaikan Jalan di Dusun Tonok Desa Balam tidak kunjung terealisasi juga, maka dari itu
masyarakat mendambakan perbaikan infrastruktur jalan, khususnya peningkatan badan jalan dari pengerasan menjadi aspal ataupun semenisasi.
Pasalnya, sejauh ini fasilitas jalan lingkungan Dusun Tonok Desa Balam Merah kecamatan Bunut belum tersentuh perbaikan. Dimana saat ini, setidaknya ada sepanjang 2 kilometer jalan tanah yang belum diaspal ataupun dilakukan semenisasi. Tentunya, permintaan masyarakat ini terkait komitmen Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan tentang pemerataan pembangunan yang termaktub dalam Program Pelalawan Lancar.
” Ya, kami dari masyarakat Dusun Tonok Desa Balam Merah kecamatan Bunut berharap agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui instansi terkait (Dinas PUPR,red) dapat melakukan peningkatan jalan di desa kami ini dari pengerasan menjadi jalan aspal atau pun semenisasi. Dimana saat ini, ada sepanjang 2 Kilometer jalan didaerah kami ini yang belum tersentuh pembangunan,” terang salah seorang tokoh pemuda Dusun Tonok Ardi kepada Dumai Pos, Minggu (30/6) kemarin.

Ardi juga mengatakan, bahwa letak jalan tersebut berada persimpangan Jalan Lintas Bono atau jalan salah satu pariwisata selancar sungai terbaik di dunia. Apalagi selama ini jalan lingkungan ini terbentuk atas sumbangsih (swadaya) masyarakat. Dimana masyarakat harus merelakan sebagian tanahnya dijadikan jalan umum, sehingga berdasarkan musyawarah desa, maka badan jalan ini di bangun dengan cara bergotong royong dengan melakukan pengerasan jalan. Bahkan, dengan keterbatasan anggaran, masyarakat juga telah melakukan semenisasi jalan sepanjang 200 secara swadaya.
” Untuk itu, maka kami berharap agar jalan yang telah kami lakukan pengerasan serta sebagaian kecil dibangunan semenisasi secara swadaya ini, dapat ditingkatkan kualitasnya menjadi jalan aspal. Ya, jika tidak bisa dibangun jalan aspal, maka jalan semenisasi pun tidak jadi masalah,”ujarnya.
Ardi menambahkan, bahwa hingga saat ini jalan lingkungan Dusun Tonok Desa Balam Merah kecamatan Bunut belum tersentuh pembangunan dan perbaikan. Pasalnya, memasuki musim panas saat ini, debu tebal akan menutup penglihatan para pengguna jalan, sehingga telah sangat berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas. Sedangkan jika musim hujan, tentunya kondisi jalan tersebut sangat sulit dilalui akibat badan jalan yang becek.
” Untuk itu, tentunya kondisi jalan swadaya masyarakat tersebut sudah selayaknya di tingkatkan statusnya menjadi jalan aspal ataupun semenisasi. Dengan demikian, maka tentunya pengaspalan jalan atau semenisasi jalan ini nantinya akan mempermudah akses masyarakat setempat. Disamping itu, jalan merupakan akses untuk masyarakat untuk meningkat ekonomi kehidupan,” ujarnya seraya menyebutkan usulan peningkatan jalan ini telah disampaikan kepada Pemkab Pelalawan pada tahun 2016 lalu.
Hanya saja, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Hardiansyah belum berhasil memberikan respon setelah dihubungi berkali-kali melalui selulernya di nomor 081276443xx yang dalam keadaan tidak aktif. Hingga berita ini dirilis, Plt Kepala Dinas PUPR Pelalawan juga masih belum memberikan jawaban terhadap keluhan dan keinginan masyarakat Dusun Tonok Desa Balam Merah kecamatan Bunut atas peningkatan jalan tersebut menjadi aspal ataupun semenisasi. (juanda)

Leave a Reply