Positif Corona Tetap Satu, Suspect Sudah 29 Orang di Riau

Riaudata.com,PEKANBARU – Terhitung sejak 3 hingga 20 Maret, Dinas Kesehatan (Diskes) Riau sudah mencatat 30 pasien suspect corona (Covid-19). Dari total itu, 10 di antaranya sudah dinyatakan negatif. Sementara, 20 lainnya masih menjalani perawatan. Termasuk satu pasien yang positif.

Ke-20 pasien yang masih dirawat tersebut di antaranya berada di RSUD Bengkalis 3 orang, RSUD Arifin Achmad 4 orang, Awal Bros Sudirman 2 orang, Ibnu Sina 2 orang, Eka Hospital 4 orang, Awal Bros A Yani 3 orang, RSUD Dumai 1 orang, RSUD Siak 1 orang, dan Rumah Sakit Hermina 1 orang. Juru bicara tim medis penanganan corona di Riau dr Indra Yopi mengatakan, pasien terbaru yang dirawat karena suspect pada Jumat (20/3) ada dua orang. Satu pasien dirawat di Pekanbaru, sementara satu pasien lagi dirawat di Siak.

“Hingga hari ini (kemarin, red) total ada 30 pasien suspect corona di Riau. Atau ada dua tambahan pasien dari hari Kamis. Satu pasien dirawat di Rumah Sakit Hermina, dan satu lagi di RSUD Siak,” ujar Indra Yopi.

Sedangkan untuk satu pasien yang positif corona, lanjut Yopi, saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad. Kondisi pasien tersebut saat ini masih stabil. “Kondisi masih baik-baik saja, aman, alhamdulillah. Pasien positif tetap satu, belum ada tambahan. Sampel swap-nya kami kirim setiap hari untuk dicek. Hal itu untuk memastikan kondisi pasien apakah sudah negatif corona atau belum,” jelasnya.

Dalam pada itu Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, kasus positif virus corona yang berasal dari Riau ternyata sudah lama tinggal di Jakarta. Pria 63 tahun berinisial M itu ternyata hanya kartu tanda penduduknya saja yang Riau.

“Setelah dicek di Riau, ternyata dia sudah lama tidak tinggal di sana,” kata Achmad Yurianto saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (20/3).

Yuri, sapaan akrabnya, mengatakan, saat diketahui berasal dari Riau, tim penanganan Covid-19 langsung mengecek ke lokasi untuk menelusuri orang tersebut pernah kontak dengan siapa saja. Ternyata memang diketahui yang bersangkutan sudah lama tinggal di Jakarta. Karena itu, lanjutnya menjelaskan melalui rilis yang diterima dari BNPB RI, penelusuran kontak yang bersangkutan hanya bisa dilakukan berdasarkan penuturannya saja. Penelusuran kontak ditarik selama 14 hari ke belakang. Selama 14 hari itu dia pernah ke mana saja dan bertemu siapa saja. Biasanya keluarga dan orang-orang yang tinggal dengan seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi juga akan diperiksa.

Sementara itu Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar mengatakan, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona, pihaknya juga sudah meminta tempat hiburan seperti diskotik dan warung internet (warnet) ditutup. Pasalnya lokasi itu kerap dijadikan lokasi orang-orang untuk berkumpul.

“Untuk saat ini, tidak usahlah berusaha dulu, tutuplah dulu. Karena diskotik ini banyak orang yang berkumpul. Kita tidak tahu dari mana orang yang datang itu,” kata Gubri.

Selain diskotik, Gubri juga meminta warnet yang ada juga tutup. Karena dikhawatirkan anak-anak yang libur sekolah justru akan berkumpul di warnet.

“Untuk tempat-tempat yang kemungkinan orang berkumpul banyak-banyak itu, sementara ini tutuplah dulu. Saya rasa tak banyaklah ruginya, karena ini demi keselamatan kita bersama. Seperti warnet itu juga, jangan nanti jadi tempat anak-anak berkumpul,” ujarnya.

Terkait penutupan tempat hiburan tersebut, Gubri mengaku sudah menyampaikan kepada Wakil Wali Kota Pekanbaru dan Wali Kota Dumai. Sementara itu untuk pemenuhan alat pelindung diri (APD) yang saat ini banyak diperlukan rumah sakit di Riau, Gubri mengaku sudah meminta bantuan pihak swasta memenuhi hal tersebut. Karena, saat ini yang menjadi kendala Pemprov Riau bukan pada sisi anggaran.

“Kalau anggaran kita siap, tapi yang masalahnya stok barang APD itu yang tidak ada. Untuk itu, kami minta bantuan pihak swasta di Riau untuk ikut membantu mencarikan APD tersebut,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya saat ini juga masih mendata jumlah tenaga kesehatan di Riau yang terlibat dalam penanganan pasien suspect dan positif corona. Pihaknya akan memberikan insentif sebagai bentuk penghargaan.

“Kami akan berikan insentif bagi tenaga kesehatan di Riau yang terlibat dalam penanganan corona,” kata Gubri. ***

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan