Viral Video Mesum Pasien COVID-19 di RSUD Dompu, 2 Orang Jadi Tersangka

DOMPU,RIAUDATA.COM – Polres Dompu telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus video mesum pasien COVID-19  yang viral di media sosial (medsos). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena merekam dan menyebarkan video mesum tersebut.

“Dari saksi dan bukti, kita tetapkan berdasarkan gelar perkara, di mana kita menetapkan 2 orang tersangka,” ungkap Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat, Jumat (22/1/2021).

Dua tersangka yang ditetapkan tersebut inisial A (31) perawat PNS di RSUD Dompu dan HM pegawai honorer di RSUD Dompu. Keduanya ditetapkan tersangka setelah diperiksa sebagai saksi.

“Inisial A yang pertama merekam dari monitor itu, yang kedua HM. A mengirim ke HM dan dari HM ini lah yang menyebarkan video tersebut ke orang lain. Terhadap 2 orang ini kita sudah lakukan penahanan di Polres Dompu,” ujarnya. Syarif menjelaskan, tersangka A mengaku dengan sengaja merekam adegan mesum itu dari layar monitor CCTV dari dalam ruangan jaga piket. A lalu mengirim ke HM dengan tujuan melaporkan kepada kepala ruangan atas adanya kejadian tersebut.

Namun, HM malah tidak melapor kepada kepala ruangan. Dia justru menyebarluaskan video itu hingga pada akhirnya Viral di medsos.

“Saat itu A hendak ganti jam jaga atau piket. Namun dia kaget melihat ada adegan mesum yang terlihat di monitor dari kamar isolasi nomor 6 yang ada di RSUD Dompu. A langsung merekam adegan itu secara langsung dari layar monitor. Tujuan A mengirim video tersebut ke HM agar memberitahukan kepada koordinator atau kepala ruangan. Namun HM tidak langsung memberi tahu justru menyebarluaskan,” jelasnya.

Syarif juga mengatakan total 5 orang saksi telah diperiksa dalam kasus ini. Dari para saksi, polisi menyita 2 unit handphone yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan video serta satu unit hard disk yang berisi rekaman CCTV.

“Barang bukti yang disita adalah milik A yang digunakan untuk merekam langsung di layar monitor. Juga milik HM dipakai untuk menyebarkan video tersebut. Adanya hard disk driver penyimpanan CCTV pada ruang isolasi. Tapi secara fisik sudah dihapus. Tapi itu bisa kita angkat atau kembalikan isi yang dihapus,” tuturnya.

Kepada dua orang tersangka akan dikenakan Pasal 27 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6-12 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar. (rd1)

 

 

Sumber : detik.com

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan