Sebanyak 1.920 Vial Vaksin Covid-19 Telah Tiba di Meranti

MERANTI, RIAUDATA.COM – Sebanyak 1.920 vial vaksin Covid-19 Coronavac (Coronavac vaccine) tiba di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (28/1/2021).

Vaksin itu dikirim dengan pengawalan ketat anggota kepolisian bersenjata lengkap mulai dari Gudang Vaksin Dinas Kesehatan Provinsi Riau hingga sampai di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pengiriman vaksin dan kelengkapan ini melalui perjalanan yang sangat panjang. Dibawa menggunakan mobil dari Pekanbaru menuju Tanjung Buton yang dijaga oleh petugas kepolisian, mulai dari Brimob, Ditlantas Polda Riau dan personel Polres Kepulauan Meranti. Selanjutnya vaksin diangkut menggunakan Speed boat menuju kota Selatpanjang yang juga dijaga ketat anggota kepolisian.

Begitu pun dengan iring-iringan mobil pembawa bulk vaksin itu yang juga dikawal oleh sejumlah polisi bersenjata di dalamnya. Penjagaan ini dilakukan agar vaksin tersebut dipastikan datang dengan selamat dan tidak ada kerusakan.

Untuk diketahui Vaksin dengan nama CoronaVac diproduksi oleh perusahaan bioteknologi asal China, yang bermarkas di Beijing. Tidak tanggung-tanggung, vaksin yang tiba ini harganya hampir menyamai harga NewPajero Sport Exceed. Dimana harganya Rp 446.227.584.00 dengan harga satuannya yakni Rp 2.324.102.

Kasi Jemen Ops Rekayasa Ditlantas Polda Riau, Kompol Efendi mengatakan pengiriman vaksin ini aman dan tidak ada kendala apapun baik di jalur darat maupun laut.

“Untuk pengamanan pengiriman vaksin ini melibatkan anggota sebanyak 8 orang, diantaranya 8 dari Brimob dan 3 dari Ditlantas Polda Riau. Perjalanan selama jam tidak ada kendala baik di darat maupun di laut. Penjagaan ini bukan apa-apa, ini dijaga agar vaksin tersebut selamat dan tidak rusak ketika datang. Penjagaan ini akan meminimalisir gangguan dalam perjalanan. Kita tahu bahwa vaksin ini harganya mahal,” kata Efendi.

Penyerahan vakin Coronavac itu diserahkan langsung oleh Kepala Seksi Instansi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Fitri Yani S.Si Apt kepada Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, dr Misri Hasanto, Juru Bicara Gugus Gugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri dan Kasat Sabhara Polres Kepulauan Meranti, AKP Ermanto.

“Kami harapkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti bisa menerima vaksin ini dengan baik dan lapang dada. Dan mudah-mudahan bencana ini cepat berlalu dan kita bisa hidup dengan normal kembali,” kata Said Hasyim.

Juru Bicara Gugus Gugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri mengatakan

selama berada di Instalasi Farmasi Dinkes, kata dia, suhu dari tempat penyimpanan akan dipantau, yakni berada di suhu dua hingga delapan derajat celcius.

“Kalau di sini kami memakai suhu 5 derajat celcius. Suhu ini akan terus dipantau oleh petugas,” kata dia.

Dikatakan Fahri, selanjutnya akan melakukan pencanangan pemberian vaksin. Menurutnya, ada 10 orang Forkopimda yang akan menjadi penerima pertama pada pencanangan. Selanjutnya baru akan dilanjutkan dengan tenaga kesehatan.

“Kalau pencanangan tempat dan waktunya masih disiapkan. Sedangkan pelaksanaan untuk tenaga kesehatan akan dilakukan di setiap puskesmas dan rumah sakit,” kata Fahri.

Dikatakan vaksinasi yang diberikan kepada role model adalah untuk memberikan rasa kepada masyarakat.

Di samping itu, penerima vaksin Covid-19, tetap pada skala prioritas sesuai dengan keputusan Kementerian Kesehatan. Di antaranya, seperti tenaga kesehatan, TNI-Polri, pelayan publik, dan lainnya.

“Sesuai data, di Kepulauan Meranti ada beberapa tokoh penerima suntik vaksin tahap awal. Ada Bupati, Kapolres, Sekda, ketua DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat dan beberapa pejabat lainnya,” ungkap Fahri.

Ditambahkan untuk tenaga kesehatan pihaknya menargetkan sebanyak 940 dokter dan perawat yang akan menjadi sasaran vaksinasi.

“Sebanyak 1.920 vaksin tersebut digunakan untuk dua kali dosis vaksinasi sehingga ditargetkan jika ada sebanyak 940 tenaga kesehatan maka akan membutuhkan sebanyak 1.880 vial vaksin dan selebihnya akan kita simpan untuk stok diluar 10 untuk pencanangan nantinya,” kata Fahri.(rd3)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan