Wagubri Dan Kapolda Riau Panen Raya Padi Bebas Residu Di Kuala Kampar-Pelalawan

PELALAWAN,RIAUDATA.COM – Untuk mendukung program Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo menjadikan Indonesia kembali sebagai daerah swasembada beras, Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution didampingi Waka Polda Riau Brigjen Tabanan Bangun dan Bupati Pelalawan HM Harris melakukan panen raya padi bebas residu di Desa Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar, Selasa (3/2) kemarin. Panen raya padi ini lahan seluas 450 hektare.
Dalam Sambutanya, Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edi Natar Nasution mengatakan, bahwa dalam beberapa waktu yang lalu, Gubernur Riau mengintruksikan atau mengajak semua pihak bersama-sama melakukan gerakan penyediaan pangan daerah. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat serta stabilisasi harga pangan khususnya di Propinsi Riau akibat dampak pandemi Covid-19.
” Sebagai bahan makanan pokok kita, hasil produksi beras di Propinsi Riau yang dihasilkan dari luas baku sawah seluas 62. 689 Ha pada Tahun 2019, rata-rata baru bisa memproduksi sekitar 23 persen atau sebanyak 147 Ton dari total kebutuhan konsumsi beras penduduk Riau yaitu 623 Ton. Dan ini akan terus meningkat, dimana dilihat dari makin bertambahnya penduduk,”jelasnya.
Sementara Itu, Bupati Pelalawan HM Harris menambahkan, bahwa mengamankan ketersediaan pangan merupakan program nasional yang harus didukung bersama khususnya dalam peningkatan produksi dan produktivitas tanaman padi. Namun demikian untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan berkualitas, maka harus tersedia pula pangan yang cukup dan bermutu. Maka dari itu, kalau ingin hidup sehat, harus mengkonsumsi beras bebas residu bahan kimia khususnya residu pestisida.
” Dengan inovasi-inovasi teknologi, pestisida kimia sudah dapat diganti dengan memanfaatkan musuh alami, pestisida dan feromon. Saya yakin, jika kita bisa mencarikan pasar beras bebas residu ini akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,”terangnya.(rd)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan